Mengapa sains menuntut rasio — bukan ideologi
Pembelaan Objektivis atas objektivitas ilmiah
🔬
Pendahuluan
Sains sering disajikan sebagai sesuatu yang “netral” — sekumpulan fakta, data, dan eksperimen yang melayang di atas filsafat.
Ini keliru.
Sains bertumpu pada fondasi filosofis, disadari atau tidak.
Dan ketika fondasi tersebut rusak, sains runtuh menjadi ideologi, aktivisme, atau konsensus birokratis.
Objektivisme menawarkan klarifikasi yang radikal:
sains menuntut rasio — bukan ideologi, bukan otoritas, dan bukan persetujuan sosial.
🧠
Rasio adalah akar dari sains
Sains dimulai dari satu premis tunggal:
realitas ada secara independen dari keinginan, keyakinan, atau perasaan manusia.
Dari sinilah semua yang lain mengikuti.
Fakta ditemukan, bukan diciptakan.
Kebenaran diidentifikasi, bukan diputuskan lewat pemungutan suara.
Sebagaimana dijelaskan dalam Fondasi Filosofis Objektivisme,
rasio adalah fakultas manusia untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan fakta-fakta realitas.
Tanpa rasio, pengamatan menjadi buta.
Data tanpa integrasi konseptual tidak bermakna.
Sains bukanlah “empirisme semata” — melainkan pengamatan yang dipandu oleh teori rasional.
⚖️
Objektivitas bukan netralitas
Wacana modern sering menyamakan objektivitas dengan “netralitas” atau “tanpa penilaian”.
Objektivisme menolak hal ini sepenuhnya.
Objektivitas berarti:
kesetiaan pada fakta, dipandu oleh logika, dan independen dari tekanan sosial.
Seorang ilmuwan harus menilai.
Ia harus mengidentifikasi apa yang benar dan apa yang salah.
Apa yang mengikuti dari bukti — dan apa yang bertentangan dengannya.
Menolak penilaian atas nama “netralitas” bukanlah objektivitas.
Itu adalah pengelakan.
🧪
Ketika sains menjadi ideologi
Sains menjadi rusak pada saat kesimpulan ditentukan terlebih dahulu.
Ketika penelitian disaring melalui tujuan politik.
Ketika perbedaan pendapat diperlakukan sebagai pelanggaran moral.
Ketika konsensus menggantikan pembuktian.
Ini bukan sains.
Ini adalah ideologi yang mengenakan jas laboratorium.
Objektivisme mengidentifikasi bahaya ini dengan jelas:
ketika kebenaran ditundukkan pada tujuan sosial,
sains berubah menjadi propaganda.
Tidak ada jumlah gelar atau kredensial yang dapat meniadakan kontradiksi dengan realitas.
📐
Logika, identitas, dan hukum ilmiah
Setiap hukum ilmiah bertumpu pada Hukum Identitas:
A adalah A.
Sesuatu adalah apa adanya — dan bertindak sesuai dengannya.
Kausalitas bukanlah pilihan.
Kontradiksi tidak mungkin benar.
Prinsip ini dikembangkan di inti dari
Fondasi Filosofis Objektivisme.
Menyangkal logika atas nama “kompleksitas” atau “konteks” berarti menghancurkan sains sampai ke akarnya.
🧍
Ilmuwan sebagai pikiran individual
Sains tidak dihasilkan oleh komite.
Ia dihasilkan oleh pikiran-pikiran individual.
Setiap terobosan besar dalam sejarah datang dari seorang pemikir yang memilih untuk melihat,
mempertanyakan,
dan mengikuti bukti ke mana pun ia mengarah — bahkan melawan konsensus.
Objektivisme mengakui pikiran individual sebagai unit dasar pengetahuan.
Tidak ada yang namanya “rasio kolektif”.
Yang ada hanyalah individu-individu yang memilih untuk berpikir — atau tidak.
🏛️
Kesimpulan
Sains tidak membutuhkan penjaga ideologis.
Ia membutuhkan pikiran yang rasional.
Ia tidak maju melalui konsensus, aktivisme, atau intimidasi moral —
melainkan melalui rasio yang diterapkan pada realitas.
Objektivisme tidak meminta sains untuk melayani filsafat.
Ia mengidentifikasi filsafat yang sudah menjadi sandaran sains.
Jika kebenaran itu penting,
jika fakta itu penting,
jika kemajuan itu penting,
maka rasio harus tetap berdaulat —
dan ideologi harus dijauhkan dari laboratorium.